Translate

Copyright © 2014 News Magazine Theme. Designed by Ang Li-JASON. Powered by Blogger.
Home » » Schutzstaffel (Album demo kompilasi 2009-2014)

Schutzstaffel (Album demo kompilasi 2009-2014)


Schutzstaffel (Album demo kompilasi 2009-2014)







Meskipun cover albumnya membuat merinding, band asal Brazil yang mengusung genre National Socialist Black Metal ini sama sekali tidak berbahaya. Mereka tidak lebih dari penyuara sejarah bagi pihak yang dipaksa kalah dan untuk dilupakan. Bila anda tidak begitu suka Black Metal yang hard-catching, terdapat opsi untuk mendengarkan lagunya yang ringan berjudul Eternal War (violin instrumental), dan "Se Cortar uma cabeça, Duas nascerão no lugar" yang terdengar seperti lagu national anthem.

Tracklist :

-Rudolf Hees (Without vocals) |2:39|
Di awal lagu disisipkan suara pidato khas Jerman Reich yang menggebu-gebu. Belum ada kepastian apakah lagu ini ditujukan untuk almarhum Rudolf Hees atau tidak. Dia adalah wakil dari Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei yang menjadi tokoh favorit di kalangan kaum neo-Nazi. Menurut wikipedia, menjelang perang melawan Uni Soviet, ia terbang ke Skotlandia untuk mengadakan perundingan damai, namun ditangkap. Ia diadili di Nuremberg dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

-Eternal war |6:11|
Hanya terdapat instrumen violin yang sangat indah, iramanya terdengar seperti merefleksikan penghormatan bagi tentara yang gugur.

-Midnight Birds |2:15|
Terjemahan bebasnya adalah burung-burung tengah malam, namun karena lagu ini berbicara tentang 3rd reich, kemungkinan artinya adalah pilot Nachtjagd (tempur malam) dari luftwaffe (angkatan udara) tentara jerman.

-SS Attack |1:53|

-Se Cortar uma cabeça, Duas nascerão no lugar |4:56|

-Northern Scream |1:25|

-Over The Funeral Mountain |2:47|

-Waffen SS
Bagi penggemar sejarah perang dan Jerman Rich, anda pasti akan terpuaskan dengan sajian kisah pertempuran Waffen SS. Di medan perang, Waffen-SS terutama divisi-divisi panzernya sangat disegani oleh lawan maupun kawan. Mendengar lagu ini seperti merasakan kengerian dari setiap aksi bertempur mereka.
Comments
1 Comments

1 komentar:

Post a Comment